Santunan 10 Muharram

Santunan 10 Muharam, Tradisi Mulia yang Harus Dilestarikan

24/06/2026 | WAKA 2 BAZNAS Kabupaten Tangerang

Bulan Muharram, sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriyah, memiliki kedudukan istimewa dalam Islam.

Bulan ini tidak hanya menandai awal tahun baru Islam, tetapi juga menjadi waktu yang penuh berkah untuk memperbanyak amal kebaikan, khususnya dalam menyantuni anak yatim.

Tradisi tersebut berakar dari ajaran Islam yang memberikan perhatian besar kepada anak yatim.

Al-Qur'an dan hadis berulang kali memerintahkan umat Islam untuk menyayangi, melindungi, serta memenuhi kebutuhan mereka.

Rasulullah SAW sendiri tumbuh sebagai seorang yatim, sehingga menjadi teladan nyata dalam memperlakukan anak yatim dengan kasih sayang dan penghormatan.

Bahkan dalam hadis sahih riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang memelihara atau mengasuh anak yatim akan memperoleh kedudukan yang sangat dekat dengan beliau di surga.

Meskipun tidak terdapat dalil sahih yang secara khusus menetapkan tanggal 10 Muharram sebagai Hari Raya Anak Yatim, tradisi menyantuni anak yatim pada hari tersebut dipandang sebagai bentuk pengamalan nilai-nilai Islam yang menekankan kasih sayang, kepedulian sosial, dan semangat berbagi.

Oleh karena itu, kegiatan santunan anak yatim yang banyak dilaksanakan pada bulan Muharram merupakan amalan yang baik selama diniatkan untuk mencari ridha Allah SWT.

Sejumlah ulama juga menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak sedekah, berbagi kebahagiaan, serta membantu anak yatim dan kaum dhuafa pada hari Asyura, yaitu tanggal 10 Muharram.

Terdapat pula riwayat dari Imam At-Thabarani mengenai keutamaan mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura. 

Walaupun hadis tersebut dinilai dha'if oleh para ahli hadis, banyak ulama membolehkan pengamalannya dalam ranah fadhailul a’mal (keutamaan amal), karena kandungannya mendorong umat Islam untuk meningkatkan rasa kasih sayang, kepedulian, dan perhatian kepada anak-anak yatim.

Dengan demikian, bulan Muharram menjadi momen yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan ukhuwah Islamiyah melalui kepedulian terhadap anak yatim.

Menyantuni mereka bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga bentuk ibadah yang mencerminkan akhlak mulia yang diajarkan Rasulullah SAW.

Semoga semangat berbagi di bulan Muharram dapat terus menginspirasi umat Islam untuk menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan mereka yang membutuhkan.

Wallahu a‘lam bish-shawab.

KABUPATEN TANGERANG

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ  |   2.2.12